Berbicara

1306 Words

Urvilla mengusap air mata di pipi kanan Nala, “Ada apa Nala?” “Ibu, Hiks” “Ada apa dengan Ibu?”   Dengan susah payah Nala yang masih menangis mengatakan beberapa kalimat dengan sesenggukan.   “I-Ib-Ibu, ter-terluka, di-dia ter-terkurung dir-diruang bawah tanah.  Ib-Ibu dal-dalam bahaya, jik-jika kakak orang baik, apa ka-kakak mau menolongku menyelamatkan ibu?”   Urvilla merasakan kesedihan di sorot mata Nala, dia mengusap lembut rambutnya untuk menenangkannya,   “Aku akan menolongmu, sayang. Siapa yang menyebabkan ini semua, apakah pria yang memukulimu waktu itu?”   Nala menganggukkan kepalanya, “Ay-ayah yang mel-melakukannya, dia ingin membunuh Ibu.” Nala terus meneteskan air matanya.   “Jadi pria itu Ayahmu?” Urvilla terkejut mendengar pernyataan Nala.   Nala mengangguk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD