Pagi itu seperti biasanya, Zevanya memesan kopi kesukaan Reynard di coffe shop lebih dulu sebelum naik ke lantai atas. Ia menenteng kopi itu sambil menggerutu kesal, "Mood booster yang aneh, seaneh orangnya!" Karena terlalu fokus menatap dongkol kopi di tangannya, Zevanya tidak melihat seseorang yang baru saja masuk ke dalam coffe shop itu hingga tubrukkan pun tak terhindarkan lagi, "Ma ... Maafkan saya!" ucap Zevanya, meski begitu matanya tetap tertuju pada kopi Reynard yang untungnya tidak tumpah dan membasahi pakaian pria itu. "Kamu meminta maaf pada kopi?" tanya oria itu yang langsung mendapatkan perhatian Zevanya. Saat itulah pria itu mengenalinya, "Vanya? Kenapa kamu di sini?" Kening Zevanya mengkerut dalam saat mencoba mengenali pria tampan di depannya itu. Kerutan di keningny

