Chapter 21

1073 Words

"Calon suamiku!" Mendaline memotong ucapan Askan. Dia memperkenalkan Askan secara terang-terangan kepada sang ibu bahwa Askan adalah calon suaminya. Chaterine terbelalak setelah mendengar ucapan anak perempuannya. "Apa?!" Askan melirik ke arah Mendaline, hatinya terasa hangat dan bangga ketika dia sendiri mendengar ucapan Mendaline yang jelas. Askan berganti arah lirikannya ke arah Chaterine. "Nyonya Edward, maaf jika saya telah lancang, tetapi saya meminta restu Anda untuk menikahi putri Anda, Mendaline Septian Nata untuk menjadi istri saya." Belum reda rasa tercengang Chaterine, kini dia harus mendengar sendiri lamaran yang diajukan oleh pria yang bahkan belum pernah ditemui olehnya. "Maaf, maksud Anda, Anda sekarang sedang meminta izin saya untuk menikahi putri saya?" tanya Ch

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD