51~BC

1644 Words

“Siap, Om, siap.” Bias terkekeh sambil mondar mandir di tengah kamar. “Sekali lagi maaf, ya, Om dan tolong sampaikan ke mas Djiwa juga. Terima kasih.” Cinta mencebik masam, begitu Bias menutup panggilan dengan Gavin. Pada akhirnya, ia tidak bisa mengelak lagi ketika profesinya sebagai reporter harus berakhir. Semua gara-gara mulut Bias yang terlalu lihai bersilat lidah di depan Alma. Hal itu membuat sang mama mertuanya salah paham dan mengira Cinta memang sudah resmi mengundurkan diri. “Apa kata pak Gavin?” tanya Cinta menatap datar lewat pantulan cermin. “Dia itu orangnya nyante,” jawab Bias kemudian duduk di tepi tempat tidur. Di samping Cinta yang sedang memakai bedak di depan meja rias, “masih ingat, kan, waktu itu dia bilang apa? Mending kamu kerja di Naraland daripada jadi reporte

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD