Bab 24

857 Words

2 tahun kemudian.   Dua garis positif menjadi doanya selama ini. Kedua matanya masih menatap tidak percaya lima benda yang menunjukkan hal yang sama. Sabrin ingin mengucap syukur kembali, ternyata Tuhan tidak pernah kapok menitipkan nyawa di dalam rahimnya. Karena itu Sabrin langsung mengucap syukur akan kehadiran sosok baru di dalam rahimnya. Baru setahun yang lalu, adik iparnya Umi berhasil melahirkan bayi laki-laki yang diberi nama Wahid, kini dia tidak sabar menantikan seperti apa anak kedua dirinya dan Fatah. Sambil membawa kelima alat tes kehamilan ditangannya, Sabrin membangunkan Fatah yang baru saja tertidur sekembalinya laki-laki itu dari rumah sakit. Walau Sabrin tahu ini menganggu Fatah pastinya, namun dia ingin langsung berbagi kebahagiaan kepada suaminya itu. “Mas, Mas Fat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD