Bab 16

3052 Words

Engkaulah yang terbaik Anggaplah hidupku ini adalah sebuah rangkaian cerita. Maka senyummu adalah yang selalu memperindah disetiap katanya.   Malam telah berganti pagi, suara isakan tangis yang membangunkan Fatah dari mimpinya. Ia mengusap wajahnya sesaat lalu melihat ke sisi dimana semalam Sabrin berbaring. Dan nyatanya pagi ini Sabrin sudah tidak ada disampingnya. Karena hanya tinggallah Syafiq yang masih setia tertidur pulas dalam dekapan Fatah tadi. Setelah kesadarannya semakin kembali, kini suara tangis itu semakin kuat dan berasal dari dalam kamar mandi. Dengan terburu-buru Fatah bangun dari tidurnya, ia sedikit berlari menuju asal suara. Diketuknya perlahan daun pintu yang sengaja ditutup dari arah dalam. "Bu, kamu kenapa?" ucapnya dengan suara yang begitu serak. "Bu. Buka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD