Pagi ini tak ada yang istimewa, hanya rintihan dan tangisan yang terdengar. Eve melihat Riri yang sudah bangun tapi tetap berada di tempat tidur. "Ri... udah bangun?" Riri melihat Eve sekilas namun tak menjawab. Tubuhnya sudah terlalu lemah untuk itu. Bel rumah Riri berbunyi,Eve bergegas membukanya. Seorang pria tampan dengan stelan kerja dan bucket mawar di tangannya berdiri di depan pintu. "Kayaknya yey salah alamat," kata Eve memerhatikan penampilan Jason dari atas sampai bawah. "Aku... enggak salah alamat." Jason masuk dengan santai. "Enggak mungkin yey... mau ngasih bunga buat eke, kan? Atau mungkin selera yey udah berubah!" Eve melipat tangannya. Jason tak menjawab, ia menuju kamar Riri. "Hai, Dear...." Eve mengernyit heran."Apa-apaan, sih, makhluk satu ini. Mau rebutan Riri

