Chapter 12 : Salah Gak?

1473 Words
Jadwal hari ini adalah nutrisi dari makanan sempurna, sehingga Kun dan Navya kini lagi di depan untuk menjelaskan makanan-makanan yang termasuk di dalamnya. "Siapa di sini yang suka telor?" tanya Navya. "Aku! Aku!" Anak-anak Panti ngejawabnya excited banget, membuat anggota komunitas pada gemes sendiri ngeliatnya. "Kenapa kok suka?" tanya Navya lagi. "Enak kak!" "Iya enak!" "Aku gak suka soalnya bau." "Wah, semuanya harus suka yaa.. Soalnya protein telur itu adalah protein yang paling efektif diserap tubuh." kata Navya. Yumna ngangguk-ngangguk ngedengerin penjelasan Navya. Terlihat Jhoniyang duduk di hadapan Yumna bilang ke adek-adek, "Tuh.. Makan telur ya dek." "Iya bang." Jawaban polos dari mereka bikin Yumna ketawa. Gemes banget. Cewek itu menahan tubuhnya ke belakang dengan tangan terus melihat ke arah sekitar. Pandangannya berhenti tepat ketika dia ngeliat Azwin yang lagi ngobrol sama  Tian dan Yudha.  Tian ketawa tanpa suara sambil megang-megang Azwin, sedangkan cowok itu kayak menghindar gitu. Yudha terlihat mengambil peran sebagai provokator sambil sesekali ikutan megang-megang Azwin. Dan ada Dimas yang daritadi nyuruh mereka buat diem. Yumna sebel banget sama perasaan dia yang selalu pengen ngeliatin Azwin. Ini jijik banget, tapi kok ngeliatin Azwin tuh nagih ya? Cewek itu menghembuskan napas panjang sebelum ia kembali menatap ke arah Navya yang masih menjelaskan. "Emang iya ya?" tanya Rendra tiba-tiba ke Yumna. "Hah? Apaan?" "Itu yang diomongin si Navya sama Bang Kun.. Kalau Bang Kun mungkin iya sih, dia kan anak Gizi tuh, jadi terpercaya. Kalau Min-" "Iya anjir." kata Yumna. "Lu aja gak pernah masuk kelas." "Hah kok jadi gitu?" tanya Rendra. Baru aja dia mau melayangkan protes, Yumna udah lebih dulu ngomong, "Ini tuh masuk ke matkul dasar peternakan anjir, yang protein telurkan?" "Iya.. Tapi emang masuk situ?" "Anjirlah, makanya kalau ada kelas masuk, kalau tugas ngerjain! Navya aja anak Ekonomi tau anjir." Yumna nempeleng Rendra yang masih bingung. "Mindblowing anjir." "Kenapa-kenapa?" tanya Juno yang duduk di depan Yumna. Cowok itu sampe ngebalikin tubuhnya biar menghadap ke mereka. "Lu tau yang diomongin Navya tadi?" tanya Rendra. "Yang mana?" "Yang protein telur." "Tau lah. Itu yang diomongin Pak Yunho waktu itu." "Tuhkan kok Juno tau lu kagak anjir!" kata Yumna, dia nabok-nabokin lengan Rendra yang keras. "Kok lu hebat anjir?! Makin mindblowing!" kata Rendra. "Ya iyalah anjir, waktu itu gua telat masuk jadi duduk paling depan." Kata Juno terus ketawa. "Stupid boy." Sahut Jamie dari baris belakang. "You shut up." kata Juno. "Sssttt. Guys please listen to them, ya." kata Jhoni. "Yes Daddy." Sahut Juno, kemudian merangkul Jhonisambil kembali memposisikan badan menghadap Navya dan Kun. "Btw Yum." bisik Rendra. "Naon?" "Lu beneran pacaran sama Azwin?" Lagi-lagi Yumna nempeleng kepala Rendra dan bilang, "Fokus anjim ke depan." "Gua kan cuman nanya." Bibir cowok itu maju-maju karena sebel Yumna dari tadi nempeleng dia. "Emang kenapa? Gara-gara Bang Tio di grup?" tanya Yumna. Soalnya diem-diem penasaran juga. "Iya." kata Rendra. "Azwin tuh baik kok." Ya iya. Itu mah gua tau. Tau banget. Batin Yumna. "Dia kan satu lorong sama gua ya pas asrama. Lucu si anaknya, polos gitu." Yumna langsung noleh ke arah Rendra. "Lucu gimana?" "Iya dia tuh suka gak bisa mengungkapkan apa yang mau diungkapkan gitu, jadi suka ngelantur ngomongnya, kerjaannya tuh tiap malem wifian sama push rank bareng gua. Jadi kita lumayan deket." Kepala Yumna ngangguk-ngangguk. "Tuhkan.. Suka ya lu sama die? Cie dah.. Ntar triple date sama gua, Juno dah." "Kagak anjir." Elak Yumna. Tuhkan jadi mikirin Azwin. Dari tadi dia mau banget menoleh ke arah cowok itu, tapi pasti Rendra si pencinta wanita ini tau gerak-geriknya. Makanya cewek itu nahan diri. Lah... Tapi kan gua biasa aja sama Azwin? Ah anjirlah ini otak udah mulai gak jelas dah. Untung aja penjelasan mengenai empat sehat lima sempurna udah kelar. Sekarang anak-anak panti lagi ngambil konsumsi yang dibagiin sama divisi logstran. Mereka berbaris terus duduk sesuai urutan yang  Tian arahin. Yumna diem-diem ngeliatin Azwin yang lagi ngasih kotak susunya ke tiap anak. Pas bagian Dodo, dia sempet tosan terus cowok itu ngacak-ngacak rambut anak cowok di depannya itu. Gemes banget kenapa sih!!! "Yumna." panggil Kafin. Cowok jangkung itu duduk di sebelah Yumna terus ngomong, "Pulang gak bareng gua ya, gak papa kan?" "Iya gak papa." Kata Yumna. "Tapi kayaknya ntar malem gua ke rumah dah, nginep di situ aja." "Kenape emang?" tanya Yumna. Cewek itu ngeliat ke arah anak logstran yang udah selesai ngasih anak-anak panti konsumsi. Beberapa dari mereka termasuk Azwin langsung berjalan keluar, sedangkan Tio, Kun, dan Jeffry masuk untuk lebih menjelaskan mengenai kandungan makanan yang akan mereka makan. "Ayah nyuruh nginep dari kemarin." Sudut mata Yumna ngeliat Azwin yang duduk sekitar dua meter di sebelahnya. Pikirannya sebenernya rada tertuju ke cowok itu, namun karena posisinya saat ini lagi ngobrol sama Kafin, dia langsung ngomong, "Iya njir, ayah nyuruh gua buat ngajakin lu ke rumah dari kapan tau." "Iye makanya ntar malem pulang gua kerja kelompok gua ke rumah." "Okedah." "Mau dibawain apaan? Martabak coklat keju ya." Yumna langsung noleh terus ngajak Kafin tosan, "Semalem gua baru aja nontonin Raditya Dika review martabak. Emang paling ngertiin gua sih lu." "Makanya salim buru." "Apaan anjir." "Salim aja, kan gua lahir duluan." "Yang penting tahunnya sama." Kafin ngambil tangan Yumna terus ngarahin ke jidat cewek itu. "Nah salim." "Ngok." Anak-anak keluar panti ngikutin Kun, Aditya dan Sejeong, sedangkan Jeffry ikut duduk di teras panti. Aditya ngasih instruksi agar para anak berbaris, sedangkan Kun yang lagi megang sabun cair berdiri di sebelah Sejeong. Tepat di samping Sejeong ada keran air yang biasa dipakai buat anak-anak cuci tangan sebelum pulang dari Panti. "Jadi.. Sebelum makan, cuci tangan dulu biar terhindari dari kuman ya!" Sejeong ngangkat tangannya, "Jadi caranya begini yang bener, di atas dulu, terus ke sela-sela, terus ke masing-masing kuku." "Kak Sejeong keren ya." gumam Yumna. "Kek ceria banget gitu loh anaknya. Jadi kayak cerah gitu. " "Iya.. Kayak gua ya?" tanya Kafin terus ketawa. "Iya dah lu yang paling bersinar dah." Kata Yumna terus ditempeleng sama Kafin yang lagi ketawa. Karena lagi males bercanda sama Kafin, cewek itu memutuskan untuk ngeliatin anak-anak panti yang lagi cuci tangan satu-persatu sesuai barisan dengan cara yang udah diajarin oleh Sejeong, sebelum Aditya ngarahin mereka buat masuk. Ten sama Jimin kini lagi ngerekam anak-anak panti sedangkan Bunga ngefotoin mereka. "Liat ke arah sini dong." kata Sasi tiba-tiba berdiri di depan sambil ngarahin kameranya ke arah anggota. --- Acara di panti asuhan tahun ini udah kelar. Mereka bakal ke sini lagi tahun depan, setelah ngajar di gunung. Pimpinan komunitas lagi ngobrol sama ibu Panti, sedangkan para anggota seperti biasa, nungguin waktu pulang sambil ngobrol atau main sama anak panti atau dengan sesama anggota. Posisi Yumna saat ini lagi duduk diem. Di depannya ada Aditya, Yugyeom, Rendra dan Jamie yang lagi ngobrol. Males banget buat Yumna ngedengerin mereka ngobrolin tentang hal-hal yang gak cewek itu paham. Maka dari itu dia memilih untuk main hp. Setiap lagi di tengah keramaian dan gabut begini pasti di hp Yumna gak ada hal yang menarik untuk dilihat dan mendadak sepi chat. Ya kan kalau begini dia makin kerasa gabut ya. Akhirnya setelah scroll gak jelas, cewek itu memilih buat baca w*****d yang udah pernah dia baca. Gak lama pimpinanpun keluar, terus pamit. Seluruh anggota ikutan pamit ke ibu Panti dan anak-anak Panti sebelum akhirnya pulang. Karena Yumna bingung mau nebeng siapa, alias motor Juno di tambal ban, jadi cowok itu nebeng Jungkok, Jamie yang gak bisa nganterin Yumna karena rumahnya berlawanan arah, dan Kafin yang udah izin pulang dari tadi karena harus kerja kelompok. Yumna mau banget ngechat Azwin, tapi kayak yang ragu gitu. Padahal kemarin baik-baik aja, kayak biasanya. Ya meskipun emang mereka lebih gak banyak ngobrol, gak kayak biasanya yang ngobrolin hal-hal gak jelas. Akhirnya Yumna memilih buat jalan keluar dari halaman Panti sambil mesen ojol. Cewek itu diem di pinggir jalan, tepatnya di depan panti karena belum ada ojol yang ngambil pesenan dia. Beberapa anggota Ayo Mengajar yang naik motor keluar dari Panti nyapa Yumna dan bilang duluan. Belum ada Azwin keluar, masih ada harapan buat dia nebeng cowok itu. Yumna ngecek hpnya, belum ada ojol yang ngambil pesenannya, terus dia mendongak, pas banget matanya ngeliat Azwin yang keluar dari pekarangan panti. Sambil bonceng Sasi. "Yumna duluan ya!" kata Sasi sambil dadah-dadah. Di kepalanya terpasang helm yang sering dipake Yumna kalau lagi nebeng Azwin. Terus cewek itu ngeliat Azwin yang mukanya sempet datar tapi beberapa detik kemudian cowok itu senyum kecil ke Yumna terus ikutan bilang, "Duluan ya Yum." "Eh iya.. Hati-hati ya." Terus entah kenapa cewek itu kayak yang blank sebentar sampai dia tersadar bahwa di depannya kini ada Kun dengan posisi berada di atas motor yang nyala. "Yumna... Kok bengong?" "Oh iya bang?" tanya Yumna belum sepenuhnya sadar. "Mau pulang? Gua anterin ya? Atau lu nunggu orang?" Yumna langsung cancel pesenannya yang emang belum diambil satupun ojol. Terus langsung naik ke atas motor Kun. Ini mungkin lebay banget menurut Yumna, tapi salah gak sih kalau Yumna sedih?
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD