Di area kota hancur terdengar ledakan dimana-mana di akibatkan serangan tembakan para penjahat.
Tembakan beruntun para penjahat mengenai sebuah gedung tanpa henti, di tempat persembunyian para pahlawan muda yaitu yui, yuki, dan steve yang tetap bersembunyi.
Yuki makin ketakutan karena penjahat tanpa henti menghujani mereka dengan peluru.
"Lama sekali"steve melihat ke arah yui.
"Sudah waktunya"Yui melihat ke arah yuki yang mulai mengeluarkan aura es yang amat dingin di sekitarnya.
Para penjahat bingung karena merasakan hawa dingin di sekitar mereka, layaknya berada di sebuah area kutub yang tidak terjamah manusia.
Mereka melihat senjata mereka yang mulai membeku sedikit demi sedikit, dan para penjahat mencoba menjaga jarak namun sia-sia karena kaki mereka juga ikut membeku.
Dan mendadak tubuh seluruh penjahat tertutup es yang amat dingin, tidak terdengar lagi suara tembakan hanya kesunyian dan hawa dingin yang menutupi seluruh tempat ini.
Terlihat sebuah gundukan salju yang cukup besar, gundukan salju tersebut bergerak dan hancur.
Terlihat yui yang bertubuh lebih besar dari sebelumnya kulitnya, yang tadi berwarna putih salju menjadi merah dan tanduknya ikut membesar juga.
"Kau tidak apa-apa steve"yui tersenyum melihat steve di bawahnya.
"Iya"steve tetap tenang dan menyundul kepalanya sendiri ke lantai sampai berdarah membuat yui terkejut.
"Kau baik-baik saja kan....!"yui yang tadinya khawatir terkejut karena steve menatapnya dengan tenang.
"Aku baik-baik saja, ini hanyalah balasan atas dosaku (tadi kena) "steve mengingat kejadian saat yui menjadi besar dan memeluknya.
Dia merasakan ingatan saat benda lembut tersebut di kepalanya, membuat steve membenturkan kepalanya berkali-kali.
"Eh"yui makin gelisah karena ke aneh an steve.
"Semua kalian baik-baik saja kan, maafkan aku ya"yuki yang khawatir langsung memeluk yui di depannya.
"Iya-iya kami baik-baik saja"yui melihat ke arah steve yang masih membenturkan kepalanya berkali-kali, "nampaknya "yui dengan keringat di dahinya.
Akhirnya di area kota hancur semua penjahat telah di kalahkan dengan tubuh mereka semua menjadi es.
Di area pegunungan buatan zelsa dan rose yang saling bersandar di punggung masing-masing melihat ke arah para penjahat yang telah mengepung mereka.
"Howling "tanpa menahan lagi zelsa langsung mendaratkan serangan suaranya.
Beberapa penjahat terhempas dan jatuh di pegunungan karena serangan dadakan zelsa.
"Sialan kau bocah ambil ini "para penjahat langsung mendaratkan sebuah senjata seperti laser ke pada zelsa.
Tembakan laser mengarah kepada zelsa dan, zelsa langsung membuka mulutnya dan laser yang tadinya berbentuk seperti tombak berhenti dan menjadi sebuah bola kuning terang.
Para penjahat bingung karena zelsa, mereka semua makin terkejut dan gelisah saat bola-bola tersebut masuk kedalam mulut zelsa.
Zelsa mengunyah bola-bola tersebut dan menelannya terasa aura yang amat panas muncul di sekitar zelsa, dan tanah tempat berpijak zelsa juga ikut runtuh.
Karena merasakan hawa bahaya para penjahat mulai mencoba mundur,terlihat senyuman di bibir zelsa.
"Terlambat Feed back "langsung saja zelsa membuka mulutnya dan serangan laser kuning tersebut berubah menjadi merah dan dipenuhi listrik yang amat dahsyat.
Seluruh penjahat terkena serangan zelsa dan mereka semua tak sadarkan diri dengan luka yang amat parah.
Zelsa terduduk dengan nafas terengah-engah, namun dia dibopong seseorang yaitu rose yang berada di sampingnya.
"Hari ini nampaknya aku bukan kesatria ya hehehe"rose tersenyum manis kepada zelsa.
"Berisik bodoh"zelsa tertawa kecil.
Bersambung.