Steven memikirkan apakah malam ini ia akan membawa istrinya ke rumah lagi setelah ia tau bagaimana perlakuan ibunya kepadanya.
"Masss ..."
ucap Rosmalla dengan nada lirih.
"Iya Rosmalla,kita pulang saja ke hotel besok aku akan carikan asisten untuk menemanimu saat di hotel...."
Setelah kenyang dengan perutnya mereka berdua pun pulang,
diperjalanan Rosmalla tertidur,Steven yang melihat itu merasa kasihan mengapa istrinya harus dibenci oleh ibunya sendiri.
"Tuttt..tut..."
"Hallo,tolong cari 1 orang asisten untuk membantu nyonya Ros dihotel"
Steven menghubungi orangnya supaya mencarikan asisten untuk Rosmalla.
Kini mereka telah sampai di hotel,ponselnya beberapa kali berdering ya itu Ibunda Steven,ia berharap anak laki-laki nya pulang lagi kerumah.
namun Steven menghiraukan nya.
Ia tidak peduli sama sekali panggilan dari ibunya.Ia lebih memilih ketenangan istrinya dibandingkan apapun.
*****
ting tong...
Bell pagi ini sudah berbunyi,Seorang wanita lebih tua dari Rosmalla sudah berdiri di depan pintu hotel.
Rosmalla membukakan pintu karna Steven sedang ada di kamar mandi pagi ini.
Walaupun sebuah kamar hotel namun ruangan mereka kelas VIP,jadi ada ruangan seperti rumah di sana.
"Selamat pagi nyonya,Saya Voni saya dipesan tuan untuk bekerja disini "
Rosmalla kebingungan karna dari semalam suaminya memang belum bercerita apapun tentang Voni.Ia kira tidak secepat ini dia datang.
Diapun mempersilahkan masuk dan mengajaknya duduk.
"Saya Rosmalla ..berarti suamiku ya yang memanggilmu ?"
"iya nyonya.."
ditengah-tengah obrolan mereka Steven
yang sudah rapi memakai kemejanya menghampiri mereka,
"Rosmalla mulai sekarang kamu tidak boleh capek-capek dia akan melakukan tugasnya disini ,tugasmu jaga dirimu dan anakku..."
Rosmalla menatap suaminya dengan tatapan penuh cinta sampai membuatnya geer.
"Iya mas...."
Rosmalla mengantar suaminya kedepan pintu hari ini ia tidak diijinkan ikut ke kantor karna untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi.
Voni langsung menjalankan tugasnya.
ia membereskan dan membersihkan ruangan dengan teliti dan bersih,
"Nyonya Ros,sedang hamil ya sepertinya tuan sangat sayang sekali sama nyonya ..hehe"
Ledek Voni agar suasana tidak canggung hari itu,
Dikantor Steven sedang menandatangani beberapa berkas, tiba-tiba ibunya Steven menyelonong masuk tanpa izin dan langsung menghampiri putra nya itu.
"Kamu ...kenapa kamu tidak pulang lagi kerumah Steven..! kamu mau jadi anak durhaka?"
Ucap wanita itu dengan nada tinggi
Steven yang muak dengan kata-kata ibunya diam dan tidak menjawab apapun.
yaa dia adalah ibu tiri Steven,Ibu kandungnya dulu meninggal karna sebuah penyakit aneh yang dideritanya,entah angin apa ayahnya bisa langsung menikah lagi setelah baru beberapa bulan ditinggal istrinya.
Hal itu yang membuat Steven tidak pernah memperdulikan kata-kata ibu tirinya itu bagi Steven ibunya adalah ibu Melati.
"Maaf ya Bu,aku bukan anak kecil Bu..aku tau ibu gak suka sama istriku kenapa aku harus mengorbankan kebahagiaan Rosmalla dirumah .!"
Wajah Mariana memerah,matanya sampai melotot mendengar kata-kata Steven.
Ia tidak pernah berfikir anak yang dulunya penurut sekarang sudah berani melawan kata-kata nya demi seorang wanita.
Mariana keluar dari ruangan Steven sampai menabrak Maya hingga Maya terjatuh,
*gabrukkkk...
"Aduhhhhh"
Mariana membantu Maya untuk berdiri,Maya yang punya pikiran licik memanfaatkan kesempatan itu.
"Ehhhh,nyonya Mariana tumben ke kantor ada perlu ya nyah sama tuan Steven ?"
Tanya Maya dengan nada keponya
"Alahhh,anak itu sudah dibutakan sama cinta.Cinta yang gak sebanding dengan keluarga kami cuihhhh"
Maya tersenyum tipis,ia tau mertua Rosmalla tidak menyukai Rosmalla.Pikiran piciknya mulai menyusun rencana lagi untuk menjauhkan Steven dengan Rosmalla.
Mereka berdua ngobrol di ruang kusus tamu.
Mulut Maya seperti seekor ular,sangat mengandung racun yang bisa mempengaruhi mertua Rosmalla itu.
"Kamu Maya kan, sekertaris Steven ? cantik juga kamu.."
Perkataan Mariana membuat hati Maya bagai di taman bunga,
"Ehh,nyonya bisa ajah.."
"Kenapa kamu ga sama Steven dari dulu ? kamu ga tertarik sama seorang CEO kaya raya ??"
"emmm,sebenernya saya suka dari dulu sama anak nyonya..tapi tau sendiri dia gak bisa di deketi perempuan nyah.."
Maya semakin membawa obrolan itu untuk lebih mempengaruhi Mariana.
Disela obrolan itu Anita lewat di depan ruangan mereka,Anita tidak sengaja mendengar rencana Maya dan Mariana.
Namun Anita tidak sempat terlihat oleh mata mereka.
Karna mereka saling seriusnya ngobrol tanpa memperdulikan situasi.