▪️Chap 26▪️

2145 Words

-Ada kalanya kita harus memilih kekalahan untuk mempertahankan kesetiaan.- ▪️▪️▪️▪️▪️ Di bawah langit yang mulai tersinari mentari dengan luas, Lyan berjalan dengan tenang menyusuri Hutan Criveus. Langkahnya terayun menuju tempat antah berantah. Ia hanya berjalan tanpa arah. Kemanapun ia pergi, ia hanya memikirkan kenangan masa lalu yang masih terasa menyayat hati. Semua belum berakhir. Meski masa-masa itu sudah berlalu beberapa tahun yang lalu. Namun, rasanya semua masih belum mendapat keadilan. Sebab, ia yakin jika ada sanak-saudara yang sedarah dengannya memiliki energi sihir. Mungkin energi itu masih tersimpan dan belum diketahui. Akan tetapi, ia sempat memikirkan satu orang. Seseorang yang sekilas pernah ia lihat namun ia masih belum yakin jika sosok itu adalah sosok yang ia kenal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD