Part 22

2660 Words

Luhan masuk ke dalam cafe pinggir jalan yang berada tidak jauh dari perusahaan tempatnya bekerja. Laki-laki cantik itu menatap menu yang tertulis di atas counter sebelum memesan sesuatu.   "Hm.. aku ingin Ice Americano dan Moccha latte satu"   Pelayan yang berdiri di belakang meja counter mencatat pesanan Luhan sambil tersenyum ramah.   "Baiklah, apa ada yang lain tuan?"   "Itu saja"   "Baiklah, tunggu sebentar" Luhan tersenyum kecil dan mengangguk pelan. Laki-laki cantik itu mencari tempat untuk duduk sembari menunggu pesanan nya. Tiba-tiba matanya menangkap sosok yang sudah tidak asing lagi baginya sedang duduk di pojok ruangan dengan mata yang tidak lepas memandangi jalanan.   "Bukankah itu Oh Sehun?" Dengan ragu, kedua kakinya melangkah pelan mendekati pojok ruangan dimana

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD