Sudah dua hari Shaqueen tidak sekolah dan dua hari itu juga Papanya tertahan di rumah dan melimpahkan semua pekerjaannya pada dokter PPDSnya di rumah sakit. Seperti siang ini Shaqueen masih enggan makan walau sudah di bilang Papanya akan memberinya infus bila masih susah makan namun tetap saja Shaqueen tidak takut akan hal itu. "Quinny, makan ya?" tawar Hamzah, Shaqueen menggeleng enggan. "Tadi kan udah." jawabnya pelan, padahal tenggorokannya masih sakit jadi ia enggan makan. "Papa infus ya?" "Infus aja, Quin berani kok." Quinny lalu memunggungi Papanya itu. "Papa kerja aja ya kalau Quin nggak mau makan." putus Hamzah akhirnya lalu beranjak dari kasur anaknya yang masih menghadap ke arah jendela itu. Mana tega Hamzah meninggalkan Shaqueen dalam keadaan seperti ini.

