Di ruangan kerja yang bernuansa merah jambu seorang wanita tengah menempelkan ponselnya ke telinga. "Apa? Mereka datang ke salon?" tanyanya pada sang karyawan melalui telepon genggam yang ia tempelkan di telinganya. Saat selesai kejadian, dia sudah memerintahkan seseorang untuk melancarkan sebuah aksi yang akan menghancurkan lawannya. "Iya Nona." jawab orang tersebut setelah mengawasi Rimelda dari kejauhan. "Agh …. Sialan." Dia membanting vas bunga ke sembarang arah. Lantai di ruangan sepuluh kali enam meter ini jadi kotor karena pasir dan pecahan kaca yang berserakan. Ruangan kerja seorang model sekaligus desainer yang mendadak terkenal ini suasananya kini mencekam karena di penuhi dengan luapan emosinya. Jemari lentiknya bergerak menekan tombol keyboard, dia akan mencari berita yang

