36. Kabar Baik

1857 Words

Reginald menunggu Rimelda dan Gisel di ruang tamu. Dia sengaja membuka pintu lebar-lebar agar menghindari fitnah. Jika Gisel datang, baru dia akan menutup pintu rumah ini. Reginald masih terbawa budaya Indonesia padahal disini cenderung bebas. Dering telepon Reginald berbunyi. Sebuah panggilan masuk dari orang yang tidak biasa menelponnya. Paling mereka saling menghubungi jika ada perlu saja. Mereka sekarang tinggal satu atap tapi jarang berbincang. Setidaknya tidak ada lagi kebencian di antara keduanya karena sudah berbaikan. Dua insan sama usia tapi statusnya adalah ibu dan anak. "Hallo, Re." Suara merdu menyapa Reginald dari kejauhan. Suara ini adalah suara Jesica yang sedang berlibur di Bali bersama Daddy-nya. "Hallo Jes, eh Mam." Reginald masih canggung dengan nama panggilan. Pada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD