“Sayang, mau lagi. Janji kali ini aku akan bersikap lembut!” bisik Tian dengan ekspresi memelasnya. Setelah kejadian brutal semalam, Tian benar-benar berubah ia kembali bersikap lembut. Seperti kali ini Tian memperlakukan Lenny dengan sangat hati-hati, memerhatikan mahakaryanya di tubuh Lenny. Membasuh tubuh memar dan lembam Lenny dengan sangat hati-hati. Saat itu Lenny kira, Tian hanya akan memandikannya saja, tetapi dugaan itu salah besar. Tian tidak melewatkan sedikit pun tubuh tanpa busana Lenny. Ia malah terlihat bersemangat dengan seringai di wajahnya yang terlihat sangat jelas. “Boleh, ya!” rengek Tian lagi seraya menggosokkan kejantanannya itu pada bibir kenikmatan Lenny. Seolah ia akan bersiap masuk kapan pun Lenny berkata “iya” dan benar saja saat Lenny menganggukkan kepala

