“Dia juga anak yang energik,” Tukas Dira lagi seolah tidak ingin kehilangan moment apapun dengan Reca. Dia hanya merasa bahwa bila dia menghentikan upayanya maka dia akan kehilangan kata lainnya untuk meneruskan percakapan. Tanpa adanya Gillian hal-hal kasual sedikit agak sulit dilakukan sebab wanita itu jadi seperti kembali mengenakan topeng untuk memproteksi dirinya. “Yah, meski tidak mirip dengan kita berdua tapi dia tetaplah adalah putra kita,” ujar Reca. Langkahnya masih begitu lurus. Anak kita, Dira mengulang-ulang kata itu dikepala. Dia merasa menghangat didalam relung hatinya tatkala dia memikirkan bahwa dia memiliki ikatan khusus dengan wanita yang luar biasa ini setelah dahulu sempata melakukan hal yang mungkin tidak akan bisa dimaafkan. Tapi siapa sangka bahwa Reca berlapang

