Sebuah Pengakuan

2613 Words

Dira mengacak-acak beberapa kertas yang dipegangnya. Alisnya sampai menukik, saking dia menumpahkan seluruh konsentrasi untuk pekerjaan yang tengah dia lakoni. Pria itu dengan hati-hati kemudian menempatkan kembali berkas yang telah dia baca menurut kategori tertentu. Ini sudah hitungan waktu satu pekan sejak angin topan kehidupannya berlangsung. Memasuki zona berbahaya tanpa tahu malu, meskipun hanya satu hari tapi dirinya yang tidak tahu diri ini menginginkan kesempatan baru, atau mungkin hari lain dimana dia dan sang putra bisa kembali bertemu. Dan juga dengan ibu dari anaknya. Setelah insiden ciuman yang terjadi didepan rumah wanita itu, Dira jadi semakin waspada dalam berbagai hal. Dia menjadi sangat berhati-hati agar tidak diganggu oleh ingatannya lagi. Sehari setelah kejadian it

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD