“Nana…” gumam Dira, sementara tangannya sibuk ditempat lain memberikan sebuah efek kenikmatan yang membuat perempuan itu mengerang dan menggeliat. “Di-dira ini…” nampaknya dia sedikit gugup. Ya, tentu saja. mengingat ini adalah kali pertama Dira menyentuhnya seperti ini. sebab selama ini mereka belum sejauh ini. entah karena alasan apa, tiba-tiba perempuan ini mengundangnya dalam sebuah permainan panas yang penuh dengan gelombang Hasrat serta dosa. Sebagai seorang pria, naluri liarnya tidak akan menolak apa yang disuguhkan didepan mata. “Bolehkah aku?” Dira bertanya, memposisikan dirinya pada pintu masuk yang akan dia dobrak. Matanya dipenuhi sedikit kekhawatiran saat dia memeluknya dengan lembut. ada sedikit ketakutan yang ikut menghampirinya. Takut menghancurkan pasangan cantiknya da

