Kecewa

1101 Words

Tangan Maya terasa gemetar dan dingin ketika menggenggam erat Cassian. Entah mengapa itu membuat hati Cassian terenyuh, ia segera berbalik, memastikan langsung bahwa mata indahnya mulai memerah. Bahkan lebih dari itu, Maya sudah berkaca-kaca seakan hendak menumpahkan kesedihannya. “Apa kau benar-benar ingin aku tetap tinggal disini?” “Ya, jangan tinggalkan aku. Tetaplah bersamaku.” Sebenarnya Cassian masih memiliki beberapa urusan yang harus diselesaikan. Tapi, ketika melihat Maya dalam kondisi rapuh seperti itu. Cassian seakan tak bisa memikirkan apapun. “Kau ingin bicara padaku?” Maya menggelengkan kepala. Ia tahu, seharusnya ia mengatakan semua yang sudah terjadi. Apa yang ia sembunyikan. Tapi, rasanya terlalu takut ia lakukan untuk saat ini. “Tidak, tapi kalau kau ingin bicara

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD