Aku Putrinya

913 Words

April semakin gugup ketika langkah kaki mereka kian mendekat ke istana. Kecemasan dan ketakutan kian meningkat. Alessandro sama gugupnya. Ia berulang kali mengangkat tangan untuk menyurai rambutnya, kebiasaan itu selalu ia lakukan ketika sedang gugup.” “Bagaimana kita makan masuk ke istana?” tanya Alessandro ketika mulai mendekati istana.” “Kita akan masuk melalui pintu utama, kita perlu audiensi dengan ratu dan mengumumkan diri. Itu satu-satunya cara untuk menemuinya.” “Bukankah itu sangat beresiko? Apa yang akan kita lakukan jika dia tidak memberi kita kesempatan untuk audiensi langsung? Lebih buruknya kalau sampai dikirim ke penjara bawah tanah?” Apa yang dikatakan Alessandro adalah sesuatu yang juga sering ada di benaknya. “Itu tidak akan terjadi. Dia ingin bertemu dengan April.”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD