Kiara baru saja memberi makan putri Lisanna, namun tiba-tiba salah seorang pelayan masuk ke dalam kamar dengan tergesa. “Yang Mulia, ada keributan besar di istana.” “Apa yang terjadi?” Kiara bertanya tanpa perlu mengalihkan pandangannya pada sang pelayan. “Tampaknya, putri dari Putri Sophia ada disini.” “Apa? Dimana dia?” “Dia ada di ruang singgasana, sedang menghadap ratu saat ini.” Kiara tahu kalau sang ibu sangat sulit dihadapi oleh orang lain. Jadi, ia menyerahkan bayi itu pada pelayan. “Jaga dia sementara aku pergi.” Kiara pun bergegas menuju ruang singgasana. Ketika mendengar sang ibu mengatakan tidak akan membiarkan mereka pergi, Kiara tak tahan untuk diam saja. “Ibu, bisakah kita bicara sebentar?” Ada banyak orang di tempat itu. Jadi, Kiara ingin menyakinkan sang ibu

