Jiwa Sophia

880 Words

Kiara tidak tahu apakah ibunya akan menerima permintaannya itu agar mereka bisa tetap bersama atau tidak. Apalagi melihat kerutan di dahinya tampak semakin berlipat. Enora pun menghela nafas sebelum akhirnya berbicara. “Kiara, kau tidak selalu bisa mendapatkan apa yang kau inginkan hanya dengan kalimat manismu itu. Meski sebenarnya aku tidak tahu alasanmu membantu orang yang bahkan tidak kau kenal.” “Ibu, aku tidak sedang mencoba memanipulasi mu, jika itu yang kau takutkan. Aku hanya merasa kasihan pada anak itu. Dia pasti sangat merindukan orang tuanya.” Enora mengarahkan pandangannya pada Alessandro dan April. Mereka berpelukan erat seakan khawatir putrinya akan dibawa kembali. Ketika pandangan mereka bertemu, April sama sekali tidak berteriak, membalas, atau mengutuk ratu. Dia han

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD