Langkah kaki Sophia mengekori saudarinya dalam diam. Mereka melewati lorong istana yang langsung dibanjiri oleh ribuan kenangan. Ini adalah rumahnya, tempat yang selalu ia rindukan untuk pulang. Tapi karena takut, akhirnya ia tak pernah kembali. Ketika tiba di taman, pandangan mata Sophia berpendar, matanya berbinar sambil menahan perasaan yang bergejolak. Taman itu dipenuhi bunga berwarna-warni. Serta ada sebuah gazebo kecil ditengah taman, berhias tanaman merambat dengan bunga biru sepanjang akarnya. “Tempat ini masih sama persis seperti dulu, sebelum aku meninggalkan Arkala.” “Ini adalah taman favoritmu. Itu sebabnya, aku meminta mereka merawatnya. Aku ingin saat kau kembali bisa menikmati taman ini.” “Terima kasih banyak, aku sangat senang melihatnya sekali lagi.” “Tidak hanya s

