Jangan Menyangkal Kebenaran

944 Words

Sudah beberapa hari ini Maya merasa lemah dan tak berdaya. Ia bahkan tidak bisa beranjak dari tempat tidurnya meski ia sudah berusaha. Tak lama, Pixie pun muncul di hadapannya. “Sudah kubilang kondisi baikmu itu hanya bersifat sementara. Sebaiknya kau kembali ke negeri peri.” “Sudah kukatakan bahwa aku tidak akan pulang.” “Kau ini keras kepala sekali, ya. Apa kau ingin mati?” Maya mengabaikan makhluk kecil itu. Tak lama kemudian, Cassian pun masuk. Pria itu lekas menghampirinya dan Maya beringsut duduk di punggung ranjang. “Bagaimana keadaanmu?” “Aku merasa sudah lebih baik. Bagaimana dengan April?” “Dia masih belum sadarkan diri. Tapi sudah terlihat membaik. Aku rasa dia akan segera bangun.” “Semoga saja.” Perlahan Cassian menggenggam tangan Maya, terasa dingin meski hari itu c

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD