Bab 16 Kenyataan pahit

1745 Words

Leona meremas kedua tangannya gugup, di hadapannya sudah ada Shin yang duduk bersama di ruang kerjanya. 10 menit sudah berlalu sejak Shin tiba di sini, tetapi ia masih belum bisa membuka mulutnya. “Shin…” panggilnya pelan, Shin menoleh menatapnya. “Maafkan aku, tapi a.. aku ingin hubungan kita se.. selesai sampai di sini,” lanjut Leona dengan terbata-bata. Kedua mata Shin membulat terkejut, “Kenapa?” Leona menggigit bibir bawahnya gugup, sekarang kebohongan apa lagi yang harus ia ucapkan. “Shin, aku sudah menikah. Aku harus menghargai Darren sebagai Suamiku,” ujarnya. Kedua alis Shin menyatu, ia berusaha keras menahan perasaannya. “Tapi selama ini kita baik-baik saja dengan semua ini, kan? Aku bahkan masih bisa bertahan saat Ayahmu meremehkan ku, atau saat kau menikah dengan Darren, aku d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD