“Sssttttt....” Manusia itu mendekat. Mengikis jarak pada tubuh Keysa. Menempelkan jari telunjuknya pada bibir ranum Keysa. Kepalanya bergerak gelisah ke segala arah. Keysa tanpa segan menepis kasar tangan itu lagi. Kedua matanya membulat marah, sekaligus terkejut kala mengetahui orang yang telah menariknya dengan sangat sopan. Keysa mengenalnya, manusia itu tidak lain ialah orang yang kemarin sore ketempelan. Kepala Keysa mulai bertanya-tanya maksud dan tujuan laki-laki itu membawanya ke halaman belakang kampus dengan pelototan tajam dari dirinya. “Apa maumu? Kenapa kamu membawaku ke mari?” Keysa akhirnya bertanya ketus. Memperhatikan orang di hadapannya yang celangak-celinguk seperti ketakutan. Laki-laki itu tersadar, dia langsung menatap Keysa dengan tajam. “Kamu orang yang pernah n

