Keysa merasakan nyeri luar biasa menyayat-nyayat hatinya. Ditatapnya sosok gadis muda yang terlihat kesakitan menatap laki-laki di sebelahnya. Tubuh Keysa langsung merinding hebat kala sosok itu mengeluarkan suara yang sangat memilukan. Sosok itu menyapa Angga dengan pelan, "Kakak ...." Keysa mencengkeram bahu Angga dengan kuat, menahan tubuh laki-laki itu yang nyaris limbung. "Shasa ...." Air mata Angga mengalir membasahi pipi. Tubuhnya bergetar. Pupil matanya membesar. Dadanya seperti ditindih batu besar. "Sha ...." Suara Angga terdengar sangat parau. Keysa menahan napasnya. Matanya memanas melihat arwah gadis yang ternyata bernama Shasa itu melayang mendekati kakaknya. Wajah pucat, lidah terjulur, mata melotot, tubuh kurus kering, rambut acak-acakan, dan darah yang mengalir di dua

