"Lily!" Lily yang sedang berdiri didepan lokernya bersama Sheina sontak menoleh begitu Dylan datang menghampirinya. "Hai," balas Lily sambil tersenyum. Sheina kemudian berdeham. "Sebaiknya, aku pulang terlebih dahulu." "Hm... ide bagus, Shein." Ucap Dylan sambil melirik Sheina. Sheina sontak tertawa sambil memukul kepala Dylan dengan gulungan karton yang dia bawa. "Bye i***t!" "Argh! Shein!" Dylan menggerutu keras sembari menundukkan kepalanya dan mengusap-usap kepalanya. Melihat tingkah keduanya, Lily sontak tertawa dan kemudian mengelus rambut Dylan. "Apakah sakit?" Dylan mendongakkan kepalanya dan tersenyum. "Tidak sakit kalau dipegang tangan bidadari." "Astaga," Lily memutar bola matanya. Namun tak ayal dirinya tersenyum simpul dengan pipi yang merona. Inilah yang menyebalkan

