11. Api Dendam yang Tak Pernah Padam

1149 Words

Setelah sarapan pagi ini, rumah Adrian kembali hening. Anak buahnya sudah tidak terlihat lagi mondar mandir di seluruh ruangan seperti kemarin saat membersihkan sisa kekacauan akibat penyerangan malam itu. Clara memilih kembali ke kamarnya setelah mengakhiri acara makan paginya. Ia berbaring sebentar, mencoba mengistirahatkan tubuh, tapi pikirannya justru melayang pada sosok Adrian. Tatapan mata abu-abu itu selalu terngiang. Dingin, menusuk, tapi sesekali retak hingga menampilkan sisi yang berbeda, sisi yang entah mengapa ingin ia pahami lebih jauh. Clara akhirnya bangkit. Ia berjalan menyusuri koridor rumah yang panjang. Area ini sudah bersih dari bekas penyerangan. Bersih yang benar-benar bersih tidak ada furniture maupun interior yang menghiasi. Ketika berada di ujung koridor samar-sam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD