"Biarkan aku yang menciummu!" pinta Dea, membuat seluruh tubuh Hito menengang dengan sendirinya. Pelan Dea membelai bibir bawah Hito. Matanya terus memperhatikan bibir Hito. Hito menelan ludahnya susah payah, jakunnya naik turun seirama dengan detak jantungnya. "Cepat, Sayang!" keluh Hito tak tahan. Dea tersenyum puas sudah menggantungkan perasaan Hito. Hito memeluk pinggul Dea. Tak ada lagi jarak antara mereka. Tapi Dea tak langsung mencium bibirnya. Dea justru mengigit rahang Hito meski dengan gigitan yang lemah "Aahhkk..." suara desahan Hito masih bisa didengar jelas di telinga Dea, meski suara hujan seolah berlomba-lomba untuk jatuh ke tanah. Hito merengangkan sedikit jarak mereka. Tangannya meraih gundukkan dadaa Dea. Meremasnya sedikit kuat. "Aaahhkkk...!" gantian Dea yang men

