Hito hanya tersenyum mendapati ketulusan seorang Dea, tapi ia juga tak mau menyusahkan Dea. “Nanti kita cari sama-sama ajah, yah!” ajaknya lembut. Hito memang lelaki yang seperti itu. Ia lebih suka ikut andil mencari kebahagiaannya daripada menempuhkan pada orang lain. --- Setelah keluar kamar rawat Hito, Dea masih terus memikirkan tentang Kak Arum-tetangganya itu. Hatinya merasa sangat bersalah, karena kejadian Fathur yang membuat Hito gagal menemui Arum. Lagipula ia hanya kembali ke rumah lamanya, dan Dea yakin itu tak akan membahayakan dirinya. Tanpa menghubungi anggota Gulit lainnya Dea berniat kesana. Tapi sebelumnya ia menyempatkan pulang. Untuk mencari bukti kemiripan Arum- adik Hito dan Arum-tetangganya. Pelan, Dea menyelinap masuk ke kamar lelaki itu, terendus aroma Hito yang

