"Om... lo kenapa? jawab gue gak! lo sedih kenapa?!" tanya Dea masih terus di dekapan Hito. Lelaki itu mengulum senyum 'comel' pikirnya. Lalu melepaskan pelukkannya "Kenapa?!" tanya Dea sekali lagi seraya menaiki dagunya. "Nih...!" Hito dengan gemas menjewer kuping Dea. Ia betul-betul melakukan janjinya untuk memberi pelajaran sama gadis nekat itu. "Aaawwhh... busett! gue dijewer" pekik Dea ikut menarik tangan Hito yang di telinganya. Sebenarnya gak begitu sakit, hanya saja malunya... karena Arum dan Bu Sri juga ikut memperhatikan mereka dari jauh. "Hahahahaa..." Hito justru tertawa bahagia, sangat puas! "Awas,yah Om!" ancamnya setelah Hito mengendurkan sedikit jewerannya. Kuat Dea menghempaskan tangan Hito, membenarkan letak rambutnya dan berniat pergi. Ngambek pake banget. "De... tu

