"Hei Abizar," selangkah Abizar memasuki rumahnya sendiri setelah pintu raksasa itu dibukakan oleh beberapa pelayan lelaki, Mawar tersentak ke belakang saat seorang lelaki memeluk majikannya. Awalnya Mawar kira itu Akmal, saat Mawar memastikannya ternyata bukan. Abizar membalas pelukan lelaki itu, beberapa tepukan mengenai punggung badan adiknya. Lelaki itu nampak semringah mendapati kakaknya pulang, lalu melirik Mawar. Pandangan lelaki itu menyipit, "dia pembantumu? Atau ...," bibirnya menyeringai. "Calon istrimu?" Saat dia tertawa, Abizar hanya menyentil pelan bahu kokohnya. "Jangan bahas itu sekarang." "Kamu pulang, Abizar! Ini keajaiban!" Lelaki itu berseru. Selaku adik bungsunya Abizar, Malik cukup akrab dengan kakak sulungnya. Di antara saudara-saudara Abizar, hanya Malik yang belu

