Tubuhku terasa membaik setelah dipijat. Mang Dani memang handal. Aku sampai terlelap di bantal buluknya. Entah berapa lama, aku pun tak sadar. Ketika ia fokus memijat lenganku baru tersadar, kembali diserang rasa nyeri yang luar biasa. Menurut Mang Dani, tanganku baik-baik saja. Hanya perlu diistirahatkan. Usai urusan pijat memijat rampung, kami meminta diri untuk pergi. Adit telah menunjukkan kegelisahan sejak tadi. Tak sabar bertemu dengan korban-korbannya. Adit tampak tersenyum, kembali menggoda saat kami akan melintasi rumah kos milik Lidya. Sayangnya Lidya sudah ada di teras depan. Sudah tidak ada kesempatan untuk menghindar. Samar-samar sosoknya sudah tampak dari kejauhan. Berpakaian minim, memasang wajah ramah penuh antusias. “Gue duluan ya Ron, mau siap-siap.” Adit kabur. Men

