Keyla sakit. Beberapa hari ini tidak masuk sekolah. Tanpa kehadiran gadis itu, aku sudah seperti vampir kekurangan darah saja. Lemah, letih, lesu, tak berselera melakukan apa-apa. Asyik duduk termenung dimana-mana. Gak di sekolah, gak di kosan. Kalau kata Parmin, aku sudah seperti ayam yang sedang menunggu giliran potong. Kambing memang dia! Key, seberat inikah menahan rindu? Sebenarnya bukan hanya rindu, aku mengkhawatirkannya juga. Terakhir kali aku membantunya menguras isi perut di toilet sekolah. Lagi-lagi menurunkan harga diri demi membantunya. Memasuki toilet perempuan untuk memijat bahu sambil menggosokkan minyak obat. Bahkan malam minggu ini aku terlihat tak berselera. Biasanya aku akan pergi kemana saja. Sebagai wujud apresiasi diri karena sudah belajar dengan baik dalam s

