“Key, kamu kenapa?” Aku khawatir. Tidak tau harus melakukan apa. “Apanya yang sakit?” tanyaku lagi. Wajah putih Keyla tampak lebih putih dari biasanya. “Kaki, kakiku,” Ucapan Keyla terputus. Segera kubantu Keyla untuk duduk bersandar pada sebuah pohon. Menjulurkan kakinya, mulai memeriksa. Jangan-jangan, ular tadi, Gegas kugulung ujung denim yang dikenakan Keyla. Memeriksa dengan teliti, berharap tak ada jejak gigi dari hewan reptil berbahaya tadi. Aku mendengus kesal. Menyadari ada tanda berbintik dua buah sisa taring. Dengan sedikit efek ruam dan bengkak di sekitar pergelangan kaki kirinya. Aish, beraninya ular itu menggigit gadis kesayanganku! Aku bergegas berdiri, membuka baju luaran, juga baju dalaman. Tiba-tiba aku merasakan sensasi hujan dengan butiran yang amat terlalu be

