- Tirai Perpisahan -

2217 Words

Sejatinya kita memetik bunga demi menikmati keindahannya. Tapi ada hal yang terlupakan, bahwa aku tengah memetik mawar penuh berduri. Memaksa menarik jari, tak sadar onak telah menyakiti. Hari ini, setengah mati kujaga mood dan pancaran emosi di wajah. Meskipun sisa tangisan semalam masih membekas di kelopak mata. Dengan sangat tersiksa, mencoba menarik kedua sudut bibir setiap kali bertemu dengan orang rumah, di perjalanan juga di sekolah. Pak Hamid masih melempar senyum seperti biasa. Yaah, masih banyak murid lain yang bisa beliau jadikan korban. Ia pasti hanya kehilangan satu murid nakalnya saja. Not a big problem. Baru beberapa langkah melewati senyuman si penjaga gerbang, genggamanku sudah ada yang mengepal. Menuntun menuju tempat terparkirnya kendaraan. Jika sebelumnya Pak Hami

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD