Hukuman Untuknya

1782 Words

Desir angin menembus hingga ke tulangnya. Dingin, tapi tak membuat dia beranjak dari tempatnya. Duduk di jendela yang terbuka, menatap kosong ke sembarang arah. Anaknya baru saja tertidur lima belas menit yang lalu. Kebiasaannya selalu seperti itu, melamun di jendela kamarnya usai menidurkan anaknya. Udara semakin dingin, malam pun semakin larut. Binar masih saja terjaga, belum mau tidur sama sekali meskipun sebenarnya kantuk sudah mulai datang. Ada banyak hal yang dia pikirkan. Hal yang selama ini bersarang di kepalanya. Dia terngiang dengan ucapan mantan istrinya yang sungguh membuat dirinya terusik. Clarissa, anak yang tengah tertidur pulas itu bukan anak kandungnya. Dia jadi teringat saat malam pertamanya dengan Maya, perempuan tersebut sudah tak virgin saat Binar menggaulinya malam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD