Sejak pagi Clarissa merasa kesal dengan Jack dan Jefri. Pesan dan telepon mereka berdua ia abaikan. Bahkan Clarissa sengaja membisukan ponselnya yang mulai mengganggu. Lebih baik menyibukkan diri dari pada meladeni dua pria gila itu, pikir Clarissa. Aroma harum masakan menguar di dapur apartemen. Malam ini Clarissa akan menyiapkan masakan special untuk Jack. Ini pertama kalinya ia makan malam bersama setelah Clarissa pindah apartemen. Semua makanan sudah tertata. Clarissa sengaja membeli wine untuk Jack. Vas bunga ia letakkan di tengah-tengah meja untuk membuat suasana semakin romantis. “Apa lagi ya kira-kira?” gumam Clarissa. Ditatapnya jam dinding yang ada di dekat lemari pendingin. Bergegas Clarissa memberishkan diri dan berdandan untuk menyambut kedatangan Jack. Gaun panjang berwarn

