Saudaranya

1189 Words

    Dua jam lalu.     Atha mengantar Sheila sampai rumah. Hari ini Atha tak langsung pergi.     "Dimakan Nak Atha bolunya, buatan Tante sendiri itu!" Nana ibu Sheila tersenyum ramah.     "Makasih, Tante." Atha mengambil satu potong bolu. "Wah ... enak ...," pujinya.     "Alhamdulillah ...." Nana tersipu-sipu.     "Kenapa nggak dijual aja, Tante?"     "Nggak, Nak Atha. Tante cuman membuat karena hobi."     "Ya gitu tuh si Mama, Mas Atha. Hobi masak, sekaligus hobi bagi-bagi resep ke semua orang. Padahal harusnya ada bumbu yang dirahasiakan. Tapi sama Mama dibongkar semua." Sheila membocorkan aib ibunya.     "Ih ... jadi orang nggak boleh pelit. Dibagi biar bisa dinikmati orang banyak." Nana ngeyel.     "Iya, orang-orang yang Mama bocorin resep jadi kaya raya semua. Jual produk Mama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD