Dua puluh Empat

2293 Words

Mendadak Freya panik saat mendapat panggilan dari Aydan. Freya segera keluar untuk menerima panggilan. Sementara itu dia meninggalkan Aksa yang sedang terlelap.  Sembari terus berjalan dia menerima panggilan Aydan dan mendekatkan ponsel itu ke telinganya. “Halo, Om. Maaf lama.” [Iya nggak apa-apa. Om tahu kamu pasti cari tempat dulu, ‘kan?] Freya mendengkus. Tebakan Aydan tepat sasaran. “Ada apa ya, Om?” [Om cuma minta agar kamu bersedia menjadi calon istri Aksa.] “Tapi, Om--” [Om mohon, anggaplah Om sedang melamar kamu untuk anak Om.] Freya menggaruk tengkuk lehernya, sementara ponsel masih menempel di telinga. Bagaimana kalau Freya dianggap mencuri kesempatan dalam kesempitan, atau dia memanfaat rasa sakit Aksa untuk kepentingannya? “Om--” [Om mohon, demi kesembuhan Aksa.] Tak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD