Red - 18

3498 Words
“Baik! Senior!” Aku mengangguk patuh. “Baik, kau boleh duduk sekarang, Yuuji,” titah Skrillex, memintaku untuk kembali duduk, aku mematuhinya dan mendaratkan pantatku kembali di kursi makanku. “Kalau begitu, bagaimana kalau hari ini Tuan Morgan libur sementara, dan kami bertigalah yang akan mengajari kalian teknik-teknik dasar dari seorang penyihir? Kalian tertarik?” Mendadak Luna mengangkat tangan kanannya dari kursinya dengan memasang mata bosan. “Aku tidak tertarik, Yuuji saja yang ikut, aku tidak, bolehkah?” Sesaat Luna mengatakan itu, Hanallela tiba-tiba terbahak-bahak mendengarnya, sementara Yazkiel dan Skrillex melirik Luna dengan tatapan yang sangat tajam. “Hahahahahahha! Dia ini lucu sekali, ya? Aku tidak pernah menyangka Tuan Morgan bisa mendapatkan murid baru yang lucu sepertinya! Hahahahahaha!” Sambil tertawa terbahak-bahak, Hanallela berjalan mendekati meja yang Luna tempati dan menggebraknya dengan kencang. “Hey! Aku penasaran, bagaimana caramu bisa bersikap selucu itu di hadapanku? Kau ini lucu sekali, aku yakin, kau merasa dirimu adalah penyihir yang sangat hebat melebihi kami, tapi apapun itu, terserah, karena itu hakmu sebagai seorang penyihir, tapi, ya? Sesekali setidaknya kau harus melihat realitanya, sayang. Kau harus meneliti, mana orang yang pantas kau remehkan, dan mana yang pantas kau hormati. Sebab, jika kau salah bersikap, kau bisa berada dalam bahaya, sayang.” Mendengar perkataan yang Hanallela katakan, sama sekali tidak membuat Luna ketakutan, aku bisa merasakannya dengan jelas kalau ia tidak takut pada tiga orang itu, malah sebaliknya, dia terkesan meremehkan mereka dan menganggap tiga murid hebat dari Tuan Morgan itu hanyalah penyihir-penyihir lemah yang terlalu sombong pada kekuatannya. Aku tidak mengerti mengapa Luna bisa memiliki pemikiran seperti itu, tapi sumpah, aku bisa merasakannya dengan sangat jelas kalau ia berpikir begitu sekarang, rasanya seperti ada ikatan yang sangat kuat di antara aku dan Luna sehingga kami bisa saling merasakan pikiran satu sama lain. Aku sebenarnya tidak tahu apakah Luna juga bisa merasakan pikiranku, tapi aku tidak lagi peduli soal itu, sebab saat ini dia sedang diancam secara halus oleh Hanallela, dan di sini aku sangat tegang, karena dari yang kurasakan, Luna masih sangat meremehkan Hanallela dan bahkan dia berpikir ingin menghajar wajah perempuan itu sekarang. “Tentu saja, tanpa kau peringatipun, aku sudah paham, mana orang yang pantas kuremehkan, dan orang yang pantas kuhormati. Jadi, jika aku terlihat seperti sedang meremehkan kalian, kalian jangan kaget, karena di mataku, kalian adalah orang-orang yang pantas kuremehkan.” Mendengar omongan itu, Hanallela kembali tertawa terbahak-bahak, seakan-akan segala yang dikatakan oleh Luna adalah lawakan yang sangat lucu dan mengocok perut. Tapi, dibalik semua tawanya, aku yakin Hanallela sedang menyembunyikan kekesalannya pada Luna, perempuan itu sepertinya ingin sekali mematahkan tulang Luna, tapi dia harus terus menahannya sekarang. “Sudah kuduga, kelucuanmu jadi semakin gila, ya? Namamu, Luna, kan? Ada-ada saja, aku tahu kau hanya bercanda, tapi candaanmu itu terlalu lucu untuk didengarkan oleh kami, Luna. Kau harus pandai membuat candaan yang hambar, sebab, jika terlalu lucu, aku bisa saja membuatmu mati dalam tawa yang menggelora. Pastinya kau tidak ingin itu terjadi, kan? Hmm? Benar, kan?” “Tidak, tidak, kau salah. Justru aku sengaja bersikap begini karena aku ingin kalian marah dan menyerangku. Aku menunggu itu terjadi, aku sangat tidak sabar. Jadi kapan? Kalian akan menghabisiku? Hanallela? Yazkiel? Skrillex?” “Hanallela, menyingkirlah, biar kuurus yang satu ini.” Tiba-tiba, Yazkiel bersuara dengan suara dinginnya, dari tiga orang yang lain, dia tampaknya tidak banyak bicara, tetapi aura dinginnya sangat menakutkan, seakan-akan kau bisa dibekukan dalam sesaat. “Luna, jika kau sangat ingin menunjukkan potensimu, maka ikutlah denganku ke aula, tunjukkan kehebatanmu di sana.” Setelah bilang begitu, Yazkiel menghilang dengan tubuhnya yang berubah menjadi ratusan kelelawar, beterbangan ke arah aula. Apakah Yazkiel adalah seorang vampire? Kemunculan dari Skrillex, Yazkiel, dan Hanallela, yang merupakan tiga murid lama Tuan Morgan yang terkuat, di hadapan aku dan Luna, membuat situasi jadi menegangkan. Aku benar-benar tidak bisa berkata apa-apa saat menyaksikan keberadaan mereka bertiga, dari ekspresinya, penampilannya, dan auranya, ketiganya sangat kuat dan menakutkan. Aku yakin mereka bisa menghancurkanku dan Luna dalam sekejap jika mereka serius melakukannya, tetapi sepertinya sekarang mereka masih ingin mempermainkan kami dengan sengaja mengejek dan merendahkan kami. Tetapi buruknya, Luna terpancing dan membalas ejekan-ejekan mereka dengan nada yang santai dan terkesan merendahkan balik. Tentu saja itu membuat emosi ketiganya jadi meluap-luap mendengar omongan dari Luna, sungguh, aku ingin sekali memukul anak itu, bisa-bisanya dia memancing amarah tiga monster yang sangat kuat, jika mereka serius, aku dengannya akan mati di sini. Saat kulihat Tuan Morgan, dia hanya terdiam dengan sesekali menggeleng-gelengkan kepalanya, aku yakin beliau juga tidak bisa menentang keputusan tiga murid hebatnya itu, sebab mereka bertiga punya pengaruh yang cukup besar pada Tuan Morgan. Namun, aku bisa melihatnya dengan jelas kalau Tuan Morgan sebenarnya sangat menentang keputusan mereka bertiga, mungkin jika mereka bertindak berlebihan pada kami, beliau akan melindungi kami. Entahlah, itu hanya dugaanku saja, tetapi aku harap demikian. Jika Tuan Morgan tidak melindungi kami, maka tidak ada yang bisa kami lakukan selain mati di tempat, sebab kekuatan dari Skrillex, Yazkiel, dan Hanallela terlalu berat untuk penyihir pemula seperti kami. “Maaf! Maaf! Maaf! Jangan didengarkan apapun yang dikatakannya, kalian tidak perlu khawatir, aku sangat menghormati kalian, dan tentu saja kalian lebih kuat dariku, sebab aku masih seorang pemula dan sangat konyol jika penyihir pemula dapat melampaui kalian. Aku tidak akan melawan kalian, karena kalian adalah kakak-kakak seniorku yang sangat kuhormati, mana mungkin aku berani bertarung dengan penyihir-penyihir hebat dan kuat seperti kalian. Jadi, kumohon, maafkan tingkah kami jika kami terkesan menyebalkan di mata kalian.” Ucapku dengan panjang lebar sembari berdiri tegak, sungguh, aku melakukan ini karena aku berharap Luna bisa mengerti dan memahami apa yang kupikirkan. Tidak ada gunanya memancing amarah dari tiga orang itu, mereka terlalu kuat, jadi kumohon jangan bertindak bodoh di depan mereka. “Hoooo? Bagus, bagus, begitukah sepatutnya kalian bersikap, aku menyukaimu, kau bisa memahami betapa kuatnya kami, dan tampak sangat menghormati kami. Aku senang, Tuan Morgan mendapatkan penyihir pemula yang tahu diri sepertimu, tetapi untuk temanmu itu, kami tidak menyukainya. Dia tidak bisa menjaga sikapnya. Tapi jangan cemas, untuk sekarang kami memaafkannya, tapi jika dia masih tidak bisa menjaga sikapnya, kau harus merelakannya. Jadi, ajari dia sopan santun, emm… namamu, Yuuji, kan?” “Ya! Namaku Yuuji, Senior Skrillex!” jawabku dengan semangat. “Ya, ya, ya, jadi, ajari temanmu itu sopan santun, ya? Yuuji?” kata Skrillex dengan tersenyum tipis. “Baik! Senior!” Aku mengangguk patuh. “Baik, kau boleh duduk sekarang, Yuuji,” titah Skrillex, memintaku untuk kembali duduk, aku mematuhinya dan mendaratkan pantatku kembali di kursi makanku. “Kalau begitu, bagaimana kalau hari ini Tuan Morgan libur sementara, dan kami bertigalah yang akan mengajari kalian teknik-teknik dasar dari seorang penyihir? Kalian tertarik?” Mendadak Luna mengangkat tangan kanannya dari kursinya dengan memasang mata bosan. “Aku tidak tertarik, Yuuji saja yang ikut, aku tidak, bolehkah?” Sesaat Luna mengatakan itu, Hanallela tiba-tiba terbahak-bahak mendengarnya, sementara Yazkiel dan Skrillex melirik Luna dengan tatapan yang sangat tajam. “Hahahahahahha! Dia ini lucu sekali, ya? Aku tidak pernah menyangka Tuan Morgan bisa mendapatkan murid baru yang lucu sepertinya! Hahahahahaha!” Sambil tertawa terbahak-bahak, Hanallela berjalan mendekati meja yang Luna tempati dan menggebraknya dengan kencang. “Hey! Aku penasaran, bagaimana caramu bisa bersikap selucu itu di hadapanku? Kau ini lucu sekali, aku yakin, kau merasa dirimu adalah penyihir yang sangat hebat melebihi kami, tapi apapun itu, terserah, karena itu hakmu sebagai seorang penyihir, tapi, ya? Sesekali setidaknya kau harus melihat realitanya, sayang. Kau harus meneliti, mana orang yang pantas kau remehkan, dan mana yang pantas kau hormati. Sebab, jika kau salah bersikap, kau bisa berada dalam bahaya, sayang.” Mendengar perkataan yang Hanallela katakan, sama sekali tidak membuat Luna ketakutan, aku bisa merasakannya dengan jelas kalau ia tidak takut pada tiga orang itu, malah sebaliknya, dia terkesan meremehkan mereka dan menganggap tiga murid hebat dari Tuan Morgan itu hanyalah penyihir-penyihir lemah yang terlalu sombong pada kekuatannya. Aku tidak mengerti mengapa Luna bisa memiliki pemikiran seperti itu, tapi sumpah, aku bisa merasakannya dengan sangat jelas kalau ia berpikir begitu sekarang, rasanya seperti ada ikatan yang sangat kuat di antara aku dan Luna sehingga kami bisa saling merasakan pikiran satu sama lain. Aku sebenarnya tidak tahu apakah Luna juga bisa merasakan pikiranku, tapi aku tidak lagi peduli soal itu, sebab saat ini dia sedang diancam secara halus oleh Hanallela, dan di sini aku sangat tegang, karena dari yang kurasakan, Luna masih sangat meremehkan Hanallela dan bahkan dia berpikir ingin menghajar wajah perempuan itu sekarang. “Tentu saja, tanpa kau peringatipun, aku sudah paham, mana orang yang pantas kuremehkan, dan orang yang pantas kuhormati. Jadi, jika aku terlihat seperti sedang meremehkan kalian, kalian jangan kaget, karena di mataku, kalian adalah orang-orang yang pantas kuremehkan.” Mendengar omongan itu, Hanallela kembali tertawa terbahak-bahak, seakan-akan segala yang dikatakan oleh Luna adalah lawakan yang sangat lucu dan mengocok perut. Tapi, dibalik semua tawanya, aku yakin Hanallela sedang menyembunyikan kekesalannya pada Luna, perempuan itu sepertinya ingin sekali mematahkan tulang Luna, tapi dia harus terus menahannya sekarang. “Sudah kuduga, kelucuanmu jadi semakin gila, ya? Namamu, Luna, kan? Ada-ada saja, aku tahu kau hanya bercanda, tapi candaanmu itu terlalu lucu untuk didengarkan oleh kami, Luna. Kau harus pandai membuat candaan yang hambar, sebab, jika terlalu lucu, aku bisa saja membuatmu mati dalam tawa yang menggelora. Pastinya kau tidak ingin itu terjadi, kan? Hmm? Benar, kan?” “Tidak, tidak, kau salah. Justru aku sengaja bersikap begini karena aku ingin kalian marah dan menyerangku. Aku menunggu itu terjadi, aku sangat tidak sabar. Jadi kapan? Kalian akan menghabisiku? Hanallela? Yazkiel? Skrillex?” “Hanallela, menyingkirlah, biar kuurus yang satu ini.” Tiba-tiba, Yazkiel bersuara dengan suara dinginnya, dari tiga orang yang lain, dia tampaknya tidak banyak bicara, tetapi aura dinginnya sangat menakutkan, seakan-akan kau bisa dibekukan dalam sesaat. “Luna, jika kau sangat ingin menunjukkan potensimu, maka ikutlah denganku ke aula, tunjukkan kehebatanmu di sana.” Setelah bilang begitu, Yazkiel menghilang dengan tubuhnya yang berubah menjadi ratusan kelelawar, beterbangan ke arah aula. Apakah Yazkiel adalah seorang vampire? Kemunculan dari Skrillex, Yazkiel, dan Hanallela, yang merupakan tiga murid lama Tuan Morgan yang terkuat, di hadapan aku dan Luna, membuat situasi jadi menegangkan. Aku benar-benar tidak bisa berkata apa-apa saat menyaksikan keberadaan mereka bertiga, dari ekspresinya, penampilannya, dan auranya, ketiganya sangat kuat dan menakutkan. Aku yakin mereka bisa menghancurkanku dan Luna dalam sekejap jika mereka serius melakukannya, tetapi sepertinya sekarang mereka masih ingin mempermainkan kami dengan sengaja mengejek dan merendahkan kami. Tetapi buruknya, Luna terpancing dan membalas ejekan-ejekan mereka dengan nada yang santai dan terkesan merendahkan balik. Tentu saja itu membuat emosi ketiganya jadi meluap-luap mendengar omongan dari Luna, sungguh, aku ingin sekali memukul anak itu, bisa-bisanya dia memancing amarah tiga monster yang sangat kuat, jika mereka serius, aku dengannya akan mati di sini. Saat kulihat Tuan Morgan, dia hanya terdiam dengan sesekali menggeleng-gelengkan kepalanya, aku yakin beliau juga tidak bisa menentang keputusan tiga murid hebatnya itu, sebab mereka bertiga punya pengaruh yang cukup besar pada Tuan Morgan. Namun, aku bisa melihatnya dengan jelas kalau Tuan Morgan sebenarnya sangat menentang keputusan mereka bertiga, mungkin jika mereka bertindak berlebihan pada kami, beliau akan melindungi kami. Entahlah, itu hanya dugaanku saja, tetapi aku harap demikian. Jika Tuan Morgan tidak melindungi kami, maka tidak ada yang bisa kami lakukan selain mati di tempat, sebab kekuatan dari Skrillex, Yazkiel, dan Hanallela terlalu berat untuk penyihir pemula seperti kami. “Maaf! Maaf! Maaf! Jangan didengarkan apapun yang dikatakannya, kalian tidak perlu khawatir, aku sangat menghormati kalian, dan tentu saja kalian lebih kuat dariku, sebab aku masih seorang pemula dan sangat konyol jika penyihir pemula dapat melampaui kalian. Aku tidak akan melawan kalian, karena kalian adalah kakak-kakak seniorku yang sangat kuhormati, mana mungkin aku berani bertarung dengan penyihir-penyihir hebat dan kuat seperti kalian. Jadi, kumohon, maafkan tingkah kami jika kami terkesan menyebalkan di mata kalian.” Ucapku dengan panjang lebar sembari berdiri tegak, sungguh, aku melakukan ini karena aku berharap Luna bisa mengerti dan memahami apa yang kupikirkan. Tidak ada gunanya memancing amarah dari tiga orang itu, mereka terlalu kuat, jadi kumohon jangan bertindak bodoh di depan mereka. “Hoooo? Bagus, bagus, begitukah sepatutnya kalian bersikap, aku menyukaimu, kau bisa memahami betapa kuatnya kami, dan tampak sangat menghormati kami. Aku senang, Tuan Morgan mendapatkan penyihir pemula yang tahu diri sepertimu, tetapi untuk temanmu itu, kami tidak menyukainya. Dia tidak bisa menjaga sikapnya. Tapi jangan cemas, untuk sekarang kami memaafkannya, tapi jika dia masih tidak bisa menjaga sikapnya, kau harus merelakannya. Jadi, ajari dia sopan santun, emm… namamu, Yuuji, kan?” “Ya! Namaku Yuuji, Senior Skrillex!” jawabku dengan semangat. “Ya, ya, ya, jadi, ajari temanmu itu sopan santun, ya? Yuuji?” kata Skrillex dengan tersenyum tipis. “Baik! Senior!” Aku mengangguk patuh. “Baik, kau boleh duduk sekarang, Yuuji,” titah Skrillex, memintaku untuk kembali duduk, aku mematuhinya dan mendaratkan pantatku kembali di kursi makanku. “Kalau begitu, bagaimana kalau hari ini Tuan Morgan libur sementara, dan kami bertigalah yang akan mengajari kalian teknik-teknik dasar dari seorang penyihir? Kalian tertarik?” Mendadak Luna mengangkat tangan kanannya dari kursinya dengan memasang mata bosan. “Aku tidak tertarik, Yuuji saja yang ikut, aku tidak, bolehkah?” Sesaat Luna mengatakan itu, Hanallela tiba-tiba terbahak-bahak mendengarnya, sementara Yazkiel dan Skrillex melirik Luna dengan tatapan yang sangat tajam. “Hahahahahahha! Dia ini lucu sekali, ya? Aku tidak pernah menyangka Tuan Morgan bisa mendapatkan murid baru yang lucu sepertinya! Hahahahahaha!” Sambil tertawa terbahak-bahak, Hanallela berjalan mendekati meja yang Luna tempati dan menggebraknya dengan kencang. “Hey! Aku penasaran, bagaimana caramu bisa bersikap selucu itu di hadapanku? Kau ini lucu sekali, aku yakin, kau merasa dirimu adalah penyihir yang sangat hebat melebihi kami, tapi apapun itu, terserah, karena itu hakmu sebagai seorang penyihir, tapi, ya? Sesekali setidaknya kau harus melihat realitanya, sayang. Kau harus meneliti, mana orang yang pantas kau remehkan, dan mana yang pantas kau hormati. Sebab, jika kau salah bersikap, kau bisa berada dalam bahaya, sayang.” Mendengar perkataan yang Hanallela katakan, sama sekali tidak membuat Luna ketakutan, aku bisa merasakannya dengan jelas kalau ia tidak takut pada tiga orang itu, malah sebaliknya, dia terkesan meremehkan mereka dan menganggap tiga murid hebat dari Tuan Morgan itu hanyalah penyihir-penyihir lemah yang terlalu sombong pada kekuatannya. Aku tidak mengerti mengapa Luna bisa memiliki pemikiran seperti itu, tapi sumpah, aku bisa merasakannya dengan sangat jelas kalau ia berpikir begitu sekarang, rasanya seperti ada ikatan yang sangat kuat di antara aku dan Luna sehingga kami bisa saling merasakan pikiran satu sama lain. Aku sebenarnya tidak tahu apakah Luna juga bisa merasakan pikiranku, tapi aku tidak lagi peduli soal itu, sebab saat ini dia sedang diancam secara halus oleh Hanallela, dan di sini aku sangat tegang, karena dari yang kurasakan, Luna masih sangat meremehkan Hanallela dan bahkan dia berpikir ingin menghajar wajah perempuan itu sekarang. “Tentu saja, tanpa kau peringatipun, aku sudah paham, mana orang yang pantas kuremehkan, dan orang yang pantas kuhormati. Jadi, jika aku terlihat seperti sedang meremehkan kalian, kalian jangan kaget, karena di mataku, kalian adalah orang-orang yang pantas kuremehkan.” Mendengar omongan itu, Hanallela kembali tertawa terbahak-bahak, seakan-akan segala yang dikatakan oleh Luna adalah lawakan yang sangat lucu dan mengocok perut. Tapi, dibalik semua tawanya, aku yakin Hanallela sedang menyembunyikan kekesalannya pada Luna, perempuan itu sepertinya ingin sekali mematahkan tulang Luna, tapi dia harus terus menahannya sekarang. “Sudah kuduga, kelucuanmu jadi semakin gila, ya? Namamu, Luna, kan? Ada-ada saja, aku tahu kau hanya bercanda, tapi candaanmu itu terlalu lucu untuk didengarkan oleh kami, Luna. Kau harus pandai membuat candaan yang hambar, sebab, jika terlalu lucu, aku bisa saja membuatmu mati dalam tawa yang menggelora. Pastinya kau tidak ingin itu terjadi, kan? Hmm? Benar, kan?” “Tidak, tidak, kau salah. Justru aku sengaja bersikap begini karena aku ingin kalian marah dan menyerangku. Aku menunggu itu terjadi, aku sangat tidak sabar. Jadi kapan? Kalian akan menghabisiku? Hanallela? Yazkiel? Skrillex?” “Hanallela, menyingkirlah, biar kuurus yang satu ini.” Tiba-tiba, Yazkiel bersuara dengan suara dinginnya, dari tiga orang yang lain, dia tampaknya tidak banyak bicara, tetapi aura dinginnya sangat menakutkan, seakan-akan kau bisa dibekukan dalam sesaat. “Luna, jika kau sangat ingin menunjukkan potensimu, maka ikutlah denganku ke aula, tunjukkan kehebatanmu di sana.” Setelah bilang begitu, Yazkiel menghilang dengan tubuhnya yang berubah menjadi ratusan kelelawar, beterbangan ke arah aula. Apakah Yazkiel adalah seorang vampire? Kemunculan dari Skrillex, Yazkiel, dan Hanallela, yang merupakan tiga murid lama Tuan Morgan yang terkuat, di hadapan aku dan Luna, membuat situasi jadi menegangkan. Aku benar-benar tidak bisa berkata apa-apa saat menyaksikan keberadaan mereka bertiga, dari ekspresinya, penampilannya, dan auranya, ketiganya sangat kuat dan menakutkan. Aku yakin mereka bisa menghancurkanku dan Luna dalam sekejap jika mereka serius melakukannya, tetapi sepertinya sekarang mereka masih ingin mempermainkan kami dengan sengaja mengejek dan merendahkan kami. Tetapi buruknya, Luna terpancing dan membalas ejekan-ejekan mereka dengan nada yang santai dan terkesan merendahkan balik. Tentu saja itu membuat emosi ketiganya jadi meluap-luap mendengar omongan dari Luna, sungguh, aku ingin sekali memukul anak itu, bisa-bisanya dia memancing amarah tiga monster yang sangat kuat, jika mereka serius, aku dengannya akan mati di sini. Saat kulihat Tuan Morgan, dia hanya terdiam dengan sesekali menggeleng-gelengkan kepalanya, aku yakin beliau juga tidak bisa menentang keputusan tiga murid hebatnya itu, sebab mereka bertiga punya pengaruh yang cukup besar pada Tuan Morgan. Namun, aku bisa melihatnya dengan jelas kalau Tuan Morgan sebenarnya sangat menentang keputusan mereka bertiga, mungkin jika mereka bertindak berlebihan pada kami, beliau akan melindungi kami. Entahlah, itu hanya dugaanku saja, tetapi aku harap demikian. Jika Tuan Morgan tidak melindungi kami, maka tidak ada yang bisa kami lakukan selain mati di tempat, sebab kekuatan dari Skrillex, Yazkiel, dan Hanallela terlalu berat untuk penyihir pemula seperti kami. “Maaf! Maaf! Maaf! Jangan didengarkan apapun yang dikatakannya, kalian tidak perlu khawatir, aku sangat menghormati kalian, dan tentu saja kalian lebih kuat dariku, sebab aku masih seorang pemula dan sangat konyol jika penyihir pemula dapat melampaui kalian. Aku tidak akan melawan kalian, karena kalian adalah kakak-kakak seniorku yang sangat kuhormati, mana mungkin aku berani bertarung dengan penyihir-penyihir hebat dan kuat seperti kalian. Jadi, kumohon, maafkan tingkah kami jika kami terkesan menyebalkan di mata kalian.” Ucapku dengan panjang lebar sembari berdiri tegak, sungguh, aku melakukan ini karena aku berharap Luna bisa mengerti dan memahami apa yang kupikirkan. Tidak ada gunanya memancing amarah dari tiga orang itu, mereka terlalu kuat, jadi kumohon jangan bertindak bodoh di depan mereka. “Hoooo? Bagus, bagus, begitukah sepatutnya kalian bersikap, aku menyukaimu, kau bisa memahami betapa kuatnya kami, dan tampak sangat menghormati kami. Aku senang, Tuan Morgan mendapatkan penyihir pemula yang tahu diri sepertimu, tetapi untuk temanmu itu, kami tidak menyukainya. Dia tidak bisa menjaga sikapnya. Tapi jangan cemas, untuk sekarang kami memaafkannya, tapi jika dia masih tidak bisa menjaga sikapnya, kau harus merelakannya. Jadi, ajari dia sopan santun, emm… namamu, Yuuji, kan?” “Ya! Namaku Yuuji, Senior Skrillex!” jawabku dengan semangat. “Ya, ya, ya, jadi, ajari temanmu itu sopan santun, ya? Yuuji?” kata Skrillex dengan tersenyum tipis. “Baik! Senior!” Aku mengangguk patuh. “Baik, kau boleh duduk sekarang, Yuuji,” titah Skrillex, memintaku untuk kembali duduk, aku mematuhinya dan mendaratkan pantatku kembali di kursi makanku. “Kalau begitu, bagaimana kalau hari ini Tuan Morgan libur sementara, dan kami bertigalah yang akan mengajari kalian teknik-teknik dasar dari seorang penyihir? Kalian tertarik?” Mendadak Luna mengangkat tangan kanannya dari kursinya dengan memasang mata bosan. “Aku tidak tertarik, Yuuji saja yang ikut, aku tidak, bolehkah?” Sesaat Luna mengatakan itu, Hanallela tiba-tiba terbahak-bahak mendengarnya, sementara Yazkiel dan Skrillex melirik Luna dengan tatapan yang sangat tajam. “Hahahahahahha! Dia ini lucu sekali, ya? Aku tidak pernah menyangka Tuan Morgan bisa mendapatkan murid baru yang lucu sepertinya! Hahahahahaha!” Sambil tertawa terbahak-bahak, Hanallela berjalan mendekati meja yang Luna tempati dan menggebraknya dengan kencang. “Hey! Aku penasaran, bagaimana caramu bisa bersikap selucu itu di hadapanku? Kau ini lucu sekali, aku yakin, kau merasa dirimu adalah penyihir yang sangat hebat melebihi kami, tapi apapun itu, terserah, karena itu hakmu sebagai seorang penyihir, tapi, ya? Sesekali setidaknya kau harus melihat realitanya, sayang. Kau harus meneliti, mana orang yang pantas kau remehkan, dan mana yang pantas kau hormati. Sebab, jika kau salah bersikap, kau bisa berada dalam bahaya, sayang.” Mendengar perkataan yang Hanallela katakan, sama sekali tidak membuat Luna ketakutan, aku bisa merasakannya dengan jelas kalau ia tidak takut pada tiga orang itu, malah sebaliknya, dia terkesan meremehkan mereka dan menganggap tiga murid hebat dari Tuan Morgan itu hanyalah penyihir-penyihir lemah yang terlalu sombong pada kekuatannya. Aku tidak mengerti mengapa Luna bisa memiliki pemikiran seperti itu, tapi sumpah, aku bisa merasakannya dengan sangat jelas kalau ia berpikir begitu sekarang, rasanya seperti ada ikatan yang sangat kuat di antara aku dan Luna sehingga kami bisa saling merasakan pikiran satu sama lain. Aku sebenarnya tidak tahu apakah Luna juga bisa merasakan pikiranku, tapi aku tidak lagi peduli soal itu, sebab saat ini dia sedang diancam secara halus oleh Hanallela, dan di sini aku sangat tegang, karena dari yang kurasakan, Luna masih sangat meremehkan Hanallela dan bahkan dia berpikir ingin menghajar wajah perempuan itu sekarang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD