Pagi pagi sekali Elric sudah berkemas. Ia membawa barangnya yang sebenarnya tidak seberapa banyak. Hanya dua pasang baju, laptop kerjanya, dan beberapa buku bacaan yang menjadi favoritnya. 'Tapi Elric, kamu boros banget tahu!' terngiang sebuah suara saat mata Elric tak sengaja melihat ponselnya yang tergeletak di atas meja. Elric membawa ponsel dengan layar retak itu, akan ia bawa ke toko elektronik untuk diperbaiki. Elric menghela napas panjang. Menatap sekali lagi ruang kamar seukuran 3x3 meter ini, yang pengap, dan banyak berisi kenangan buruk masa kecilnya. Semua sudah terlewati. Ia akan pergi dari rumah ini sekarang. Elric sudah selesai mengambil hukumannya setelah memukul Adam. Sekarang saatnya mengucapkan selamat tinggal pada seseorang yang sudah melahirkannya. Elric harap, wan

