Bab 59.yang Mudah Menangis

1145 Words

"Syukurlah demam kamu sudah turun. Kalau tahu gitu mending dari awal Mas bawa kamu ke dokter dalam," ucap Panji saat keduanya sudah berada di dalam kamar hotel. "Kalau gitu bisa kita pulang hari ini?" tanya Olivia dengan penuh harap. "Kalau itu nggak bisa, Sayang. Kamu masih perlu banyak istirahat dulu." Tolak Panji dengan tegas. Decakan kesal pun terdengar dari bibir Olivia yang masih terlihat pucat, apalagi dia tidak memulainya dengan gincu berwarna terang seperti yang dilakukannya saat akan pergi bekerja. "Sabar dulu Oliv, kalau di rumah kamu pasti nggak akan tidur malahan asyik buat sesuatu sama Oma," ucap Panji yang mengerti kekesalan Olivia. "Terserah." Olivia yang kesal akhirnya merebahkan tubuh pada ranjang empuk milik hotel dan terlelap tak lama kemudian. Panji hanya men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD