Bab 35

1679 Words

Aku menatap benda itu dengan tatapan yang entah. Apakah ini hanya perasaanku saja ketika beberapa hal dari Pangeran begitu lekat dengan sosok Kenzo. Lalu, apakah mungkin jika Pangeran itu Kenzo? Rasanya tak mungkin, Pangeran itu begitu lembut dan membuatku merasa nyaman, hanya saja entah kenapa dia tak memiliki nyali hanya sekadar bertemu denganku. Sementara itu, dengan Kenzo aku bertemu hampir tiap hari dan hanya wajah jutek, sikap ketus dan huru-hara yang melibatkan kami. “Va ….” Suara Mas Iqbal terdengar lagi. “Ahm itu, Mas. Dulu ada teman yang kasih ke aku jam tangan ini. Kok bisa banget kebetulan sama kado yang ini, sih?” Aku bangkit, lalu mengambil kotak jam tangan yang dulu diberikan Pangeran. Salah sendiri dia gak datang ke acara resepsi, jadi mana bisa kukembalikan. “Mas, ini

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD