Pasrah

1592 Words

POV Samudra "Menikahlah Sam, sampai kapan kamu menyalahkan diri sendiri dan menutup diri?" Aku hanya menatap wanita paling berhargaku itu sekilas, lalu kembali fokus ke piring. Berpura sibuk makan. Ini untuk kesekian kalinya beliau memintaku menikah. Padahal menikah atau tidak, yang penting kasih sayang untuk Bulan terpenuhi. "Kamu ingat wanita yang dulu pernah menolong Ibu di jalan, dan sampai mau mengantarkan Ibu pulang ke rumah?" Mataku memicing mencoba mengingat. Namun akhirnya kugelengkan kepala karena lupa. "Kenapa?" tanyaku agar Ibu segera menjelaskan maksudnya. "Ibu dengar dia gagal nikah, jadi Ibu rasa kamu bisa masuk sebagai penyelamat. Hitung-hitung balas budi." "Ibu ngaco, pernikahan dijadikan ajang balas budi. Kasihan dianya nanti," jawabku sambil mengunyah makanan di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD