Ariana POV Waktu masih menunjukkan pukul tiga dini hari. Masih cukup lama hingga matahari terbit, terlebih saat ini hampir musim dingin yang membuat malam di London menjadi lebih panjang. Dengan pikiran yang kacau serta hati yang diselimuti perasaan sedih, bersalah, serta terguncang membuatku menghindari semua orang. Hingga disinilah aku saat ini, diantara dua nisan tempat paling tenang untukku mengadu. Aku bahkan tak peduli dengan gelapnya malam, dinginnya angin, hingga betapa sepinya pemakaman ini. Apa aku sudah pernah mengatakan jika hantu dan suasana mengerikan bukanlah hal yang paling menakutkan di dunia? Manusia adalah makhluk paling menakutkan, melebihi apapun. Karena itulah aku sama sekali tak merasa terganggu berada di pemakaman saat dini hari seperti ini. “Mom, dad, tak bisaka

