34 J-Son

1709 Words

Evander POV Aku terus memperhatikan wanita yang telah sekitar sepuluh tahun ini diam-diam dan tanpa permisi menguasai hatiku. Meski aku terus menyugesti diri agar tidak berharap berlebihan pada hubunganku dengan Aria, namun nyatanya itu terlalu sulit. Terlebih kami memiliki pengikat yang tak lain adalah putra semata wayang kami. Doaku setiap saat hanyalah agar aku tak terlalu sakit jika nanti pada akhirnya harapanku hanya menjadi angan semata. Aria masih menikmati makan siangnya dalam diam. Sepertinya ibu kembali berhasil memanjakan lidah wanita itu melihat dari betapa khidmatnya Aria menyantap olahan daging panggang serta sayur-sayuran tersebut. “Sampaikan terima kasihku pada Alyssa,” ujarnya setelah menandaskan hidangan diatas piring. “Tentu,” balasku kemudian. “Sampaikan juga untuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD