Evander POV Jika saja aku boleh serakah, kuharap hanya momen-momen seperti ini yang menghampiri hidupku. Bukan aku tak mensyukuri nikmat yang telah Tuhan berikan selama ini, tetapi siapapun diiinkan untuk berharap, bukan? Sama seperti yang terjadi lebih dari satu bulan yang lalu, pagi ini kehadiran tuan muda mungil kami yang pertama kali membangunkan serta menyapaku. Bedanya, Aria tak lagi terkejut akan keberadaanku setelah aku ikut menyapa mereka. Wanita itu malah bersikap biasa saja seolah tak terjadi apapun semalam. Sepertinya bubuk ajaib sang peri telah habis dan mengembalikan sikap dingin Aria. Setelah sekali lagi memandikan Jason sekaligus membersihkan diriku di kamarnya, aku kembali ke kamarku sendiri dengan hanya mengenakan jubah mandi. Aku sudah terlebih dulu mempercayakan Jaso

